Bakrie Telecom Adakan Zikir Bersama Pemkot Padang & Bakrie Untuk Negeri

Padang, 20 November 2009
Esia Slank

Esia, produk telepon PT Bakrie Telecom Tbk  bersama pemerintah kota Padang dan Bakrie Untuk Negeri mengadakan acara zikir bersama yang diberi nama Zikir Untuk Nagari. Ustadz M Arifin Ilham langsung memimpin acara zikir tersebut.

Turut serta dalam acara ini Pejabat Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Barat, Walikota Padang, Walikota Pariaman, Bupati Padang Pariaman dan jajaran management Bakrie Telecom di lapangan Imam Bonjol Padang Sabtu pagi (21/11).

Selain zikir bersama, Esia juga menyerahkan donasi Rp 1,3 Miliar yang disisihkan Rp 10 ribu dari setiap hasil penjualan Hape Esia Slank. Donasi ini merupakan tanda simpati kelompok band Slank bagi masyarakat Sumatera Barat. Mereka jugalah yang menentukan peruntukkan dana donasi termasuk lokasi yang akan menerima bantuan. Rencananya dana donasi tersebut digunakan untuk melakukan pembangunan maupun perbaikan berbagai fasilitas kesehatan, pendidikan dan ibadah di 4 wilayah Sumatera Barat: Padang, Pasaman, Padang Pariaman dan Pariaman.

Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom Tbk menjelaskan pelaksanaan zikir bersama dan dukungan donasi dari Hape Esia Slank menunjukkan kepedulian dan rasa kebersamaan perusahaan pada masyarakat Sumatera Barat. Di saat bencana terjadi, Esia telah bertindak cepat dengan mengirimkan karyawannya yang tergabung dalam tim tanggap bencana Esia dari Medan, Jakarta, Pekanbaru dan Jambi. Mereka terlibat aktif dalam proses evakuasi korban dan distribusi sembako di berbagai wilayah Sumbar.

Selain itu Esia juga menyiapkan 20 saluran telepon gratis yang dipergunakan sebagai hotline number di rumah sakit M. Djamil Padang dan membebaskan biaya percakapan telepon antar pelanggan Esia di Sumatera Barat maupun ke dan dari Jakarta. Melalui TV One Satu Untuk Negeri, Esia juga mendonasikan dana sebesar Rp 500 juta. Bahkan hari minggu lalu, Esia turut menyemarakkan kegiatan Fun Bike Pemkot Padang supaya masyarakat Padang secara bertahap bisa kembali pulih kondisinya.

”Seluruh aktivitas sosial tersebut merupakan langkah perusahaan untuk terus bersama dengan masyarakat Sumatera Barat. Kepedulian kami juga merupakan solidaritas banyak pihak mengingat acara ini juga melibatkan gerakan Bakrie Untuk Negeri dan kelompok band Slank”, jelas Rakhmat.

Meringankan Beban


Esia menuntaskan penyerahan infaq Hape Esia Hidayah dengan menyerahkan dana pada tahap ketiga senilai Rp 2.107.730.000,-. Secara keseluruhan infaq Hape Esia Hidayah  hampir mendekati Rp 5 Miliar yang dananya disisihkan Rp 10 ribu dari setiap unit penjualan hape tersebut.

Infaq tahap pertama telah didistribusikan sebesar Rp 1,4 Miliar di bulan Desember 2008. Infaq ini merupakan hasil penjualan Hape Esia Hidayah periode September dan Oktober 2008. Sedangkan infaq tahap kedua sebesar Rp 1 Miliar telah diserahkan pada bulan Februari 2009 merupakan hasil penjualan Hape Hidayah periode 27 Oktober – 15 Desember 2008.

Keseluruhan infaq diberikan kepada 5 lembaga sosial yang kompeten & memiliki lisensi sebagai penyalur infaq yang independent. Masing-masing adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dompet Dhuafa Republika, Bakrie Untuk Negeri, ANTV Peduli dan BTEL ROCKS (Reaching Out Communities and Kids) yang merupakan Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari PT Bakrie Telecom. .

Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom Tbk menjelaskan  perusahaan sengaja menintikberatkan pembagian infaq pada sektor pendidikan mengingat sektor ini merupakan salah satu investasi utama masa depan bangsa.

”Pendidikan bukan saja terbatas pada pendidikan formal di sekolah tapi juga menyangkut program pelatihan untuk membangkitkan semangat kewirausahaan. Jadi ada keseimbangan antara pengetahuan dan ketrampilan sehingga peserta didik lebih liat dalam menghadapi turbulensi kehidupan di masa depan”, ujar Rakhmat ketika menyampaikan sambutannya di acara penyerahan infaq Hape Esia Hidayah di Jakarta kemarin.

Program-program yang dilakukan antara lain Bakrie Telecom bersama Majelis Ulama Indonesia mengembangkan program pelatihan bagi para santri dan kaum dhuafa melalui Yayasan Sekar Bumi. Yayasan tersebut sejak awal tahun 2009 telah melakukan seleksi kepada calon peserta pelatihan dari 7 kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kotamadya Pekalongan, Kendal dan Temanggung.

MUI merencanakan untuk melakukan 15 program pelatihan selama tahun 2009 ini meliputi berbagai aspek keahlian seperti reparasi handphone, otomotif, produksi tempe & tahu, salon dan keahlian lainnya. Dana yang diserahkan untuk kegiatan ini sebesar Rp 1 Miliar.

Selain pendidikan yang bersifat pelatihan ketrampilan (skill), Bakrie Telecom juga menunjang aktivitas pendidikan formal seperti program membaca selama 1 tahun kepada anak-anak Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah dengan melakukan pembagian gratis Koran Berani (Berita Anak Indonesia). Aktivitas yang dikoordinasikan oleh Bakrie Untuk Negeri ini melahirkan program Gerakan Membaca Setiap Hari di 16 Sekolah Dasar dan 2 komunitas belajar anak di Jakarta, Banten dan Jawa Barat.  Dana yang digunakan untuk kegiatan selama setahun ini sebesar Rp 1.002.240.000,-.

Sedangkan ANTV Peduli telah membangun dan merenovasi fasilitas perpustakaan di 11 sekolah dasar di Jawa Tengah, Jabodetabek dan segera akan membangun 3 perpustakaan di Sumatera Barat. Total dana yang telah diserahkan kepada ANTV Peduli sebesar Rp 1,050 Miliar. ”Kami berharap fasilitas perpustakaan ini dapat meningkatkan minat membaca siswa sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. Ke depannya perlu ada perhatian lebih besar untuk menjaga fasilitas ini antara lain dengan mengembangkannya dalam jumlah dan variasi buku, alat peraga serta melengkapinya dengan fasilitas internet sehingga memperluas cakrawala pengetahuan anak didik”, kata Rakhmat.

Sementara Dompet Dhuafa Republika akan mendistribusikan dana infaq sebesar Rp 1,008 Miliar dengan memberikan beasiswa selama 3 tahun kepada 28 mahasiswa dengan prestasi akademis dari 11 Universitas di Indonesia. Jika mereka dapat mempertahankan prestasi akademis mereka maka tidak tertutup kemungkinan mereka akan menjadi bagian dari keluarga besar Bakrie Telecom melalui rekrutmen pegawai.


Khusus untuk BTEL ROCKS, dana tersebut di pergunakan untuk melakukan kegiatan tanggap bencana. Pada saat terjadi bencana alam Sumatera Barat September lalu, BTEL ROCKS langsung turun lapangan untuk membantu korban gempa mulai dari satu hari setelah bencana terjadi.

”Kami sangat menghargai kepedulian masyarakat yang membeli Hape Esia Hidayah. Karena itu kami berupaya maksimal untuk menyalurkan Infaq ini kepada kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Dari masyarakat, untuk masyarakat. Kami hanya memfasilitasikannya saja ”, ujarnya.